The Next Normal, Microsoft Case Study, Opportunities and Strategies

Jakarta (WarnaJakartaID) – Era New Normal merupakan awal yang baru bagi semua manusia di dunia, termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang masih terus mewabah hingga detik ini. Microsoft Indonesia salah satu sektor yang terkena dampak dari era New Normal ini, dimana mereka terpaksa harus merubah dan membiasakan diri dengan cara bekerja yang baru. Tidak hanya itu, dampak lainnya yang terjadi oleh Microsoft Indonesia adalah saham yang bergejolak selama terjadinya pandemi ini.

BINUS Online Learning kembali menggelar Seminar Online, BINUS Online Learning Discussion atau biasa disebut dengan BOLD Series yang berkolaborasi dengan Microsoft Indonesia pada hari Kamis (12/11/2020). Acara dibawakan oleh Director, Digital Asset Advisory Microsoft Indonesia yaitu Sudimin Mina, MBA, MMSI, CA, CPMA sebagai pembicara yang mengangkat topik “The Next Normal, Microsoft Case Study, Opportunities and Strategies”.

Acara dibuka oleh Kalvin Kristianto yang kembali menjadi moderator serta diikuti dengan 210 peserta yang terdiri dari mahasiswa BINUS Online Learning, BINUS University S1 Reguler, dan umum. Sudimin Mina kemudian menceritakan secara singkat mengenai pengalaman karirnya yang dimana beliau mengawali semua dari sebuah kursus accounting sampai pada akhirnya beliau dapat menapaki kariernya hingga duduk di kursi Microsoft Indonesia sebagai seorang director.

Masuk kedalam topik seminar, Sudimin menunjukkan saham Microsoft selama terjadinya pandemi COVID-19 serta diikuti dengan penjelasan tantangan dari perubahan cara bekerja di Microsoft selama memasuki era new normal, dimana segala pekerjaan harus dilakukan secara aman, tujuannya karena di era ini semua harus dilakukan secara online sedangkan banyak hal-hal negatif yang terdapat di Internet oleh karena itu untuk menghindari kebocoran data Microsoft harus lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan di era New Normal ini.

Kemudian selanjutnya Sudimin menjelaskan mengenai status-quo COVID-19 yang terdiri dari 3R, Respond, Rebound, dan Reimagine. Dimana Respond digunakan untuk meningkatkan visibilitas atas bisnis inti dan untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan proses pengambilan keputusan, Rebound meningkatkan fleksibilitas model operasi dan untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis, serta Reimagine memperkenalkan operasi otonom dan prosedur penyembuhan bisnis untuk memaksimalkan peluang bisnis baru.

Beliau juga memberikan beberapa poin konteks opportunity dalam dampak COVID-19 diantaranya adalah, meningkatkan percepatan digitalisasi, memperbaiki keamanan dan pemerintahan, perubahan budaya organisasi dan perusahaan, berinovasi, hingga mempertimbangkan bisnis baru. Dan juga tidak lupa untuk menyinggung beberapa strategi dalam menghadapi new normal ini, yaitu dengan mengkordinasikan berbagi informasi dan bekerja sama dengan cepat untuk merespons, mengaktifkan dan melindungi infrastruktur sambil memberdayakan karyawan, memprioritaskan peluang strategis dalam lingkungan yang dinamis, dan merancang pengalaman yang berpusat pada manusia untuk keterlibatan pelanggan yang lebih dalam.

Selanjutnya beliau memperkenalkan sebuah Artificial Intelligence (AI) pada aplikasi Microsoft seperti Microsoft Powerpoint dan Microsoft Excel, dimana AI tersebut dapat membantu manusia dalam mempersingkat pekerjaannya dan juga terdapat berbagai tahapan dalam cara kerja aplikasi Microsoft Excel (Level 1 – 3) dimana dengan algoritma yang sangat canggih membuat Excel menjadi sangat detail dalam memasukkan data-data yang di input oleh para penggunanya.Sudimin Mina juga menunjukkan sebuah road map selama new normal ini dan menunjukkan kunci kapabilitas dari Intelligence Driven Organization, yang didalamnya mencakup beberapa poin penting yang dibutuhkan new normal. Serta dilanjutkan dengan menunjukkan video mengenai bagaimana sebuah perusahaan menggunakan AI dalam membantu sebuah pekerjaan di bidang finance.

Dan diakhir sesi Sudimin Mina menjelaskan sedikit mengenai Holoportation, yang merupakan sebuah teknologi Virtual Reality (VR) yang digunakan manusia dalam berkomunikasi dengan sesama manusia menggunakan sebuah hologram. Terlihat antusiasme para peserta dalam memberikan pertanyaan kepada beliau yang ada di fitur chat zoom.

“New era ini identik dengan digitalisasi teknologi, namun itu semua hanyalah sebuah ‘alat’. Yang terpenting adalah apa yang akan anda lakukan dengan ‘alat’ tersebut? Melakukannya untuk kebaikan semua, itulah yang terpenting.” tutup Sudimin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *