Dana Desa Membuat Polemik? Apa Yang Menyebabkannya?

Direktur Fasilitasi Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri atau disingkat Kemendagri yaitu bapak Benni Irwan mengatakan, pihaknya telah membuat banyak hal terkait transparansi baik dari sistem dan semua hal agar pengelolaan keuangan dana desa lebih baik. Dia memberikan bukti berupa klaim, 80 persen dari total 74 ribu lebih jumlah desa yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia, sudah menerapkan sistem tersebut dan dinilai sangat berhasil membuat transparansi dana desa

“Kita juga melakukan pengawasan dan pembinaan, teman di kecamatan kita dorong supaya bisa melakukan supervisi pemerintah di daerah,” kata Benni saat diskusi Forum Merdeka Barat (FMB) dengan tema Polemik Dana Desa: Sudah Tepat Guna?,” di Kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Selasa (19/11/2019).

Kemudian dari dana perimbangan, bantuan Keuangan dari APBD Provinsi dan APBD Kabupaten/Kota, hibah dan sumbangan yang tidak mengikat dari pihak ketiga, dan dana desa.

“Namun memang dana desa yang paling diimpikan, karena bisa dikatakan secara umum persentasenya 80 persen dan inilah yang paling berpengaruh ke pembangunan desa itu sendiri,” jelas Benni.

Terkait ditemukan penyaluran dana desa kepada desa diduga fiktif, Benny mengatakan, desa itu tidak fiktif. Hanya saja, administrasi desan tersebut belum tertib.

Karenanya Benni mengatakan pemerintah tengah melakukan validasi untuk menyisir hal tersebut.

“Kita dorong supaya bisa terjadi supervisi pemerintah dengan teman di daerah, juga supaya kebijakan lebih besar ada MOU Kemendagri, perangkat desa dan Polri untuk pencegahaan pengawasan dana desa, kita sosialisasikan kebijakan dan upayakan,” Benni menambahkan.

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: